Berita Lain
-
Sabtu, 04/02/2012 10:14 WIB
Wall Street Melaju Kencang di Akhir Pekan -
Jumat, 03/02/2012 16:53 WIB
MNC Pede Dapat Untung Rp 1,5 Triliun -
Jumat, 03/02/2012 16:28 WIB
WIKA Jual Saham Hasil Buyback -
Jumat, 03/02/2012 16:12 WIB
Saham Perbankan 'Gerogoti' IHSG -
Jumat, 03/02/2012 15:43 WIB
Garuda Cari Utangan Rp 1,8 Triliun untuk DP Beli Pesawat -
Jumat, 03/02/2012 13:56 WIB
Garuda Masih Kejar Kuasi Reorganisasi
Indeks Berita
Rumor Saham
Zafrina Development Tambah Kepemilikan di LMPI?
Berkembang kabar di pasar salah satu pemegang saham mayoritas PT Langgeng Makmur Plastic Tbk (LMPI) yakni Zafrina Development Ltd. akan menambah....
0 Komentar | Balas Tanggapan
0 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Korban Perampokan Ini Bangkit dan Sukses Berbisnis Alat Pertahanan
Mahasiswa ini pernah menjadi korban kejahatan di Jakarta, barang-barang dagangannya ludes dirampok. Tapi ia bangkit dan kini menuai sukses dari bisnis alat-alat keamanan.
Sosok Dan Peristiwa
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang 'diabaikan' perusahaan besar.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 603.000
-
Rp 1,415.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Jumat, 03-02-2012 15:20 WIB
Dahlan Iskan: Orang Manja & Cengeng Itu Bukan Pengusaha
Posted by: kaptenDF
Senin, 23/06/2008 15:14 WIB
Bapepam Bingung Tender Offer Saham Indosat
Wahyu Daniel - detikFinance
Produk Indosat (qom)
Hal tersebut diungkapkan Robinson Simbolon, Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan Bapepam LK ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (23/6/2008).
"Nah, ini agak problem memang. Kalau mereka melakukan tender offer terlebih dahulu, dan ternyata keputusan pengadilan mereka tidak boleh beli 40% dan sudah terlanjur tender offer, itu bagaimana. Karena itu kita sedang diskusi, waktu masih 90 hari untuk tender offer. Nah apakah akan kita wajibkan atau tidak," urai Robinson.
Qtel resmi membeli 40,8% saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) senilai US$ 1,8 miliar. CEO Qtel sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melanjutkan dengan tender offer untuk membeli sisa saham publik minimal pada harga Rp 7.388 per saham.
Padahal sebelumnya sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diputuskan bahwa Temasek harus melepas sahamnya di Indosat atau Telkomsel kepada pihak yang tidak terafiliasi. Penjualan saham juga seharusnya maksimal 10%, bukan langsung 40,8%.
Robinson mengatakan, pihak Qtel sejauh ini baru sebatas melaporkan adanya transaksi tersebut. Namun belum ada permintaan resmi bahwa mereka akan melakukan tender offer.
"Dia hanya lapor karena ada kewajiban setelah melakukan pengendalian, mereka harus melapor ke kita. Dan mereka bilang, kalau memang diwajibkan untuk melakukan tender offer, maka akan dilakukan, mereka bertanya tentang KPPU," jelas Robinson.
Ia menambahkan, tender offer untuk Indosat belum pasti bisa dilakukan karena Mahkamah Agung belum memutuskan apakah Qtel boleh membeli saham tersebut atau tidak.
"Untuk masalah indosat ini, dia (Qtel) belum tentu bisa membeli 40% karena menurut keputusan KPPU, STT kan hanya boleh melepas 10% ke satu pihak, tapi sekarang STT jual ke satu pihak sebesar 40%. Kalau 40%, mereka wajib tender offer menurut aturan sekarang, kalau ternyata tidak bolah 40% hanya 10%, mereka tidak wajib tender offer," urai Robonson.
(qom/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar 0
Berita Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 15:02 WIB
Tarif Listrik Naik 10%, PLN Bakal Raup Rp 8,9 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 14:03 WIB
SBY Kasih Aset ke 3 BUMN Perhubungan Rp 2,7 Triliun -
Sabtu, 04/02/2012 12:14 WIB
Duh! Sekelas BPOM dan MUI Saja ada Pungli -
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf -
Sabtu, 04/02/2012 13:07 WIB
Ngumpetin Data Pajak, Bank Tertua Swiss Digugat AS
Komentar Terpopuler
-
Sabtu, 04/02/2012 - 09:19
Buruh Demo di Tol, Pengusaha Rugi Rp 100 Miliar Lebih -
Jumat, 03/02/2012 - 22:17
Ini Dia Cara PNS Palsukan Biaya Perjalanan Dinas -
Sabtu, 04/02/2012 - 14:26
Sofjan Wanandi Curhat Soal Demo Buruh di Ultah Apindo -
Sabtu, 04/02/2012 - 11:30
JK: Paling Baik dan Paling Pintar Menaikkan Harga BBM -
Selasa, 31/01/2012 - 16:28
Pemerintah 'Pancing' DPR Naikkan BBM Rp 500-1.500/Liter
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com






Sending your message


---125x125.gif)

